Santunan duka korban bencana tahap II diserahkan kepada ahli waris

Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si secara simbolis menyerahkan santunan duka tahap II kepada ahli waris korban bencana alam Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi di ruang rapat Bantaya kantor Wali kota Palu pada Jumat, 18 September 2020.

Santunan duka kali tersebut diberikan kepada 1324 jiwa atau senilai Rp. 19,86 miliar yang masing-masingnya memperoleh Rp. 15 juta dan akan disalurkan ke rekening para ahli waris melalui Bank Mandiri.

Wali kota Hidayat dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT dan terima kasih setinggi-tingginya kepada pihak Kementerian Sosial RI atas cairnya santunan duka tahap dua ini.

Ia mengakui dirinya agak gelisah, karena hampir tiap hari masyarakat menghubunginya untuk mempertanyakan santunan duka, sehingga dirinya terus mendesak ke Kementerian Sosial RI.

“Saya hampir tiap hari di sms masyarakat terkait santunan ini. Makanya saya agak gelisah dan terus mendesak ke Kementerian Sosial. Alhamdulillah santunan itu hari ini cair,” katanya.

Wali kota sempat pesimis dana santunan duka tahap II tidak akan cair, karena saat ini sedang terjadi bencana non-alam Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan refocusing dana termasuk dana santunan ini.

“Saya anggap dana ini ajaib. Karena saya pikir tidak mungkin lagi turun. Namun atas doa dan perjuangan kita dana santunan duka hari ini turun,” katanya.

Wali kota memastikan santunan duka tahap II yang diberikan kali ini merupakan tahap terakhir sehingga tidak ada lagi santunan duka tahap-tahap berikutnya, berdasarkan data korban jiwa akibat Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi di kota Palu lalu.

Menurutnya, perjuangan Pemerintah kota Palu dalam menangani bencana 2018 silam lalu, belum selesai, apalagi saat ini tengah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pemenuhan Hunian Tetap (Huntap) bagi para penyintas bencana.

Selain itu, lanjut Wali kota, dana stimulan untuk rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan juga belum selesai, sehingga dirinya berkomitmen bahwa Pemerintah kota Palu tidak akan pernah diam memperjuangkan hak-hak para korban bencana.

Dalam kesempatan tersebut juga, Wali kota mengimbau kepada masyarakat agar menyambut pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 dengan kebahagiaan, bukan malah saling caci maki, baku hujat, bahkan baku fitnah.

“Silahkan beda pilihan, jangan sampai saling caci maki, fitnah, hujatan, hentikan semua itu. Tanggalkan kepentingan politik terkait proses penanganan kebencanaan 2018 silam,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wali kota mengingatkan masyarakat agar terus menjalankan protokol kesehatan serta hati-hati dengan penyebaran Covid-19, tetap harus waspada.

Peliput dan Protokol: Imron, Jufri, Hendra, Gugun, Herman, Indi, Dewi S, Dewi M, Kasub Humas, dan Kabag – Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda kota Palu

Comments

comments

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.