Angklung “Nomoni” Di Palu

Ada yang berbeda di Taman Budaya Palu pada senin, 25 September 2017, sedari pagi hingga tengah hari terdengar bunyi musik angklung yang dimainkan oleh pelajar Sekolah Dasar di Palu. Dipandu oleh sang instruktur mereka memainkan beberapa lagu mulai Indonesia Tanah pusaka, Rasa Sayange, hingga Palu Ngataku. Sehingga warisan Budaya seperti Benda Angklung nomoni (berbunyi) di Palu. Para pelajar dipandu oleh Selma, yang berperan sebagai instruktur yang menjelaskan keunikan Angklung terletak pada cara memainkannya yang harus bersama-sama. Selma mengajari para pelajar agar memahami peran masing-masing karena angklung yang mereka bawa memiliki nadanya sendiri yang akan menjadi rangkaian lagu. ia kemudian menjelaskan kepada mereka metode memainkan Angklung, mulai dari cara memegang dan menggoyang. “Ada dua metode dalam mengajarkan angklung, bisa dengan notasi-notasi yang ditulis di papan, atau dengan kode tangan” jelas salma. Menurutnya, kode tangan dapat dengan mudah dan cepat dimengerti. Ia juga menambahkan bahwa belajar alat musik tradisional sangat berguna bagi anak-anak karena melatih rasa kebersamaan dan harmoni.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya untuk memperkenalkan Warisan Budaya Indonesia kepada masyarakat khususnya anak-anak. Acara yang bertajuk 100 Angklung ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam Pekan Budaya Indonesia (PBI) 2017. Selain 100 Angklung ini, diadakan juga acara 1000 angklung di panggung utama Palu Nomoni yang melibatkan masyarakat Umum.

Sumber berita : Leaflet Pekan Budaya Indonesia dan Palu Nomoni 2017

Comments

comments