Bekerja dan Mengabdi Serta Melayani Masyarakat Dengan Baik

foto humas dan protokol Pemkot Palu: Asisten III Pemkot Palu, Drs H Baso saat melantik Drasy MSi sebagai tenaga ahli bidang lingkungan Pemkot Palu di hadapan ribuan PNS dilingkungan Pemkot Palu

PARA Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kota Palu, dapat melakukan perubahan mind-set, cara berpikir atau pola pikir, pola sikap dan pola tindak, sehingga tidak terkesan dilayani oleh masyarakat, tetapi melayani masyarakat, serta bagaimana dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, serta peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi pada masing – masing SKPD.

Dengan demikian maka akan semakin tumbuh kepercayaan dari masyarakat terhadap saudara dan juga dapat terciptanya birokrasi pemerintah kota palu kedepan yang baik, dengan sumberdaya manusia yang memiliki moralitas, kreatif, serta bertanggung jawab tinggi. Gambaran ini disampaikan asisten III administrasi umum Pemkot Palu, Drs H Baso di hadapan ratusan pejabat dan PNS  yang mengikuti Apel Kesadaran Nasional (AKN) di halaman kantor walikota Palu senin (19/10).

“Saya memiliki harapan, agar rutinnya kita memperingati hari kesadaran nasional setiap bulan, dapat  berhubungan langsung dengan meningkatnya semangat kita untuk bekerja dan mengabdi lebih baik sebagai aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah kota palu, karena sudah seharusnya agenda bulanan ini dapat mengingatkan kita tentang sejauhmana kita berdisiplin atas segala peraturan yang  ada, dan juga mampu membuat kita untuk melihat lebih dalam tentang sejauhmana kepedulian kita atas masalah-masalah yang dihadapi oleh  pemerintah kota palu. atau pada akhirnya, akan melahirkan evaluasi pada diri kita masing-masing, tentang sejauhmana sebagai bagian dari birokrasi kita mampu mendorong lahirnya berbagai pelayanan publik yang lebih baik di tengah masyarakat.

Lebih jauh walikota Palu mengatakan bahwa melalui evaluasi-evaluasi seperti itu, akan lahir sebuah kesadaran dalam diri kita masing-masing, bahwa sebagai aparatur sipil negara, kita tidak hanya bekerja untuk memenuhi hajat hidup diri kita sendiri dan keluarga, tetapi, ada tanggung jawab sosial yang maha berat yang harus kita pikul yakni tanggung jawab kepada masyarakat dan yang paling penting tanggungjawab kita kepada sang pencipta Alah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

“Untuk mencapa hal tersebut saya mengajak kita semua, mari kita bersama-sama, dengan hati dan niat ikhlas untuk membangun  Kota Palu dapat meraih prestasi yang lebih baik dari sebelumnya, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa, semuanya kembali kepada kerja cerdas, kerja keras dan niat tulus dari saudara-saudara sekalian,”katanya.

Tentunya papar walikota Palu, agar dalam pelaksanaan pengelolaan APBD tahun anggaran 2015 ini, agar benar-benar menempatkan kesejahteran masyarakat sebagai prioritas utama, baik dalam perencanaan dan pelaksanaannya maupun dalam pengelolaan keuangan daerah. khusus untuk belanja operasional pegawai sedapat mungkin dikurangi dan  terus dijaga efesiensinya. namun demikian, pemanfaatan anggaran daerah untuk meningkatkan porsi anggaran khususnya program zero poverty menjadi prioritas utama, guna mengurangi angka kemiskinan dikota palu yang hanya tinggal 7,24 persen, dengan berbagai pola pada setiap skpd sehingga target lebih meminimalisir angka kemiskinan di kota palu dapat kita wujudkan.

Mengenai surat edaran walikota palu nomor 860/3252/bkd tanggal 8 desember 2014 tentang pengukuran/penilaian prestasi kerja dan penjatuhan hukuman disiplin pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota palu. diharapkan kepada seluruh pimpinan SKPD untuk membaca kembali surat edaran tersebut sebagai pedoman penilaian bagi aparatur sipil negara dilingkungan kerjanya masing-masing, kenapa hal ini sangat penting saya sampaikan, karena di tahun 2015 ini, mau tidak mau, suka tidak suka, tindaklanjut dari peraturan kepala bkn nomor 1 tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2011, tentang penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil harus dilaksanakan, karena pencapaian sasaran kerja pegawai (SKP) pada tahun 2014 yang hanya mencapai antara 25  persen sampai dengan 50 persen dikenakan hukuman disiplin sedang, dan SKP-nya di bawah 25 persen, dikenakan hukuman disiplin berat berdasarkan peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan hari kesadaran nasional ini sebagai buah kesempatan yang sangat baik untuk melakukan paradigma baru, diikuti dengan  tekad dan keinginan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam bekerja, sehingga menjadi peluang bagi terciptanya perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik guna terwujudnya pemerintahan yang baik di Kota Palu.

Dalam kesempatan apel kesadaran nasional tersebut juga dilaksanakan pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan kepada mantan kepala SMA Negeri 3 Palu, Drs H Moh Arasy MSi sebagai tenaga ahli bidang lingkungan di Pemkot Palu. Tentu saja kesempatan yang sangat berharga tersebut wajib dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung-jawab dan benar-benar melaksanakan tugas dengan semangat pengabdian yang nyata untuk kemajuan kota Palu ke arah yang lebih baik lagi.

Drs H Moh Arasy MSi usai dilantik menjadi tenaga ahli bidang lingkungan Pemkot Palu menyatakan keseriusannya untuk mengemban amanah yang telah dipercayakan kepadanya dan hal tersebut akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Saya akan berusaha dengan segala kemampuan yang saya miliki serta dukungan penuh dari Pemkot Palu dan jajarannya melaksanakan tugas dan tanggung-jawab ini dan doakan agar penataan lingkungan dengan segala dinamika di dalamnya bisa berjalan dengan sukses,”katanya.(tim penulis humas dan protokol Pemkot Palu)

 

Comments

comments