DPRP Gelar Seminar Penyusunan Masterplan Hutan Kota Palu

foto-humas pemkot palu: PLt Sekkot Palu, Ir Dharma Gunawan MSi saat membuka kegiatan seminar kegiatan konsep rancangan pembangunan dan detailed engginering design (DED) bertajuk pekerjaan penyusunan masterplan hutan kota Palu, yang dilaksanakan di hotel best western Coco Palu.

imgp7848-001Hutan kota (urban forest) adalah suatu lahan yang ditumbuhi pohon-pohonan di wilayah perkotaan, di tanah negara atau tanah milik, berfungsi sebagai penyangga lingkungan dalam hal pengaturan tata air, udara, habitat flora dan fauna, yang memiliki  nilai estetika dan dengan luasan yang solid merupakan ruang terbuka hijau pohon-pohonan, serta areal tersebut ditetapkan sebagai hutan kota. Gambaran secara umum ini disampaikan langsung PLt Sekkot Palu, Ir Dharma Gunawan MSi saat membuka kegiatan seminar kegiatan konsep rancangan pembangunan dan detailed engginering design (DED) bertajuk pekerjaan penyusunan masterplan hutan kota Palu. Kegiatan yang dilaksanakan sehari ini digelar oleh Dinas Penataan Ruang dan Permukiman (DPRP) kota Palu bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di hotel Best Western Coco Palu Kamis (8/12).

Hadir dalam pertemuan seminar tersebut, sejumlah kepala dinas terkait dan pejabat terkait lainnya serta sejumlah stakeholder yang berhubungan erat dengan hutan kota. Dalam kesempatan tersebut narasumber perencana grand desain hutan kota dari ITB, Budi memberikan gambaran umum bahwa hutan kota juga dapat didefinisikan sebagai pepohonan dan hutan di dalam kota dan di sekitar kota yang berguna dan berpotensi sebagai pengelola lingkungan perkotaan oleh tumbuhan dalam hal ameliorasi iklim, rekreasi, estetika, fisiologi, sosial, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat kota.

Urainya, hutan kota didefinisikan sebagai tumbuhan atau vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan yang sebesar-besarnya  dalam kegunaan-kegunaan proteksi, estetika, rekreasi, dan kegunaan khusus lainnya. Seraya menambahkan bahwa hutan kota dapat berfungsi sebagai komponen perlindungan kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dan sekitarnya, karena dapat berfungsi sebagai penyerap polutan,  penyerap bau, peredam kebisingan, habitat satwa liar, ameliorasi iklim, mengurangi bahaya banjir, mengurangi intrusi air laut, pengelolaan air tanah, penahan angin dan lainnya. (tim penulis humas pemkot palu)

Comments

comments