SIGA Simbol Kebesaran Suku Kaili

Sabtu 21 oktober 2017, Walikota palu yang pada kesempatan kali ini di wakili Oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Moh. Rifani, S.Sos.,M.Si menyambut kedatangan Gubernur sulawesi Tengah Yang diwakili oleh Staf ahli Bidang Perekonomian Dan pembangunan Kesra Propinsi Sulawesi Tengah pada acara penilaian/evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang bertempat Lorong bakso Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Palu Timur yang Merupakan Perwakilan Kota Palu pada kegiatan Tersebut.

Warna warni dari sebuah aksesoris kepala pria merupakan salah satu simbol kebesaran masyarakat kaili di kota palu sulawesi tengah, ikat kepala yang khusus di kenakan oleh kaum laki laki ini memiliki makna tersendiri dalam pemakaiannya, yaitu status sosial dibalik warna, Warna kuning adalah warna tertinggi yang hanya dapat dikenakan oleh para raja (magau) dan bangsawan, sedangkan warna biru menunjukan strata sosial pemakainya yang memangku sebagai Gubernur,Walikota dan Bupati atau perangkat pemerintah lainnya sedangkan warna merah dapat dipakai oleh siapapun tanpa membedakan kelas sosial.

Kini dikota palu siapapun dapat memakai ikat kepala SIGA yang menjadi kebanggaan masyarakat kaili itu yang tidak lagi melihaat kasta si pemakai, bahkan sekarang di kota palu siga digunakan Setiap hari kamis oleh anak sekolah dasar dan Pegawai Negri Sipil di jajaran pemerintah kota palu yang di promotori oleh walikota palu Drs. Hidayat M.Si, Aksesori Budaya ini kini sudah tersedia Dalam berbagai Warna memudahkan si pemakai memadukan warna dengan pakaian yang digunakan, walaupun sekarang sudah banyak tersedia pula ikat kepala yang bisa langsung di kenakan, Namun SIGA tetap Menjadi Simbol kebesaran Dan Kebanggaan Masyarakat kaili.

 

 

Comments

comments