Walikota resmikan bantaya adat kelurahan Pantoloan

Wali Kota Palu, Bpk. Drs. Hidayat, M.Si saat meresmikan penggunaan/pemanfaatan Bantaya Lembaga Adat Kel. Pantoloan Kec. Tawaeli Kota Palu Prop. Sulteng denganTema “Melalui Peresmian Bantaya Kita Wujudkan Masyarakat Berbudaya dan Beradat berlandaskan Iman dan Taqwa”. Kamis, 26 April 2018.


Dalam sambutannya beliau menyampaikan hal2 sbb :
1. Bahwa Pemkot Palu bersama seluruh masy telah menetapkan tema yaitu ingin membawa/ mengusung Kota Palu kepada satu tujuan “Palu Kota Jasa Berbudaya dan Beradat dilandasi Iman dan Taqwa”. Oleh sebab itu
Pemkot Palu telah memprogramkan pembagunan di bidang ekonomi, Kelurahan Inovasi Unggul dan Mandiri berbasis IPTEK, alhamdulillah ada 22 Kelompok terbentuk di 19 kelurahan yg sdh dimulai melaju penguatan dan pengembangan usaha mikro dgn standar unggul dari segi kualitas, desain dan pemasaran.
2. Harapan ke depan akan terbentuk One Vilage One Product (setiap kelurahan mempunyai satu produk unggulan)
3. Selain itu tak kalah pentingnya pembangunan bidang infrastruktur sebagai jembatan yg akan kita lalui untuk menuju Palu Kota Destinasi. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa Kota Palu tidak memiliki SDA dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan tetapi kita memiliki kawasan 4 dimensi yaitu teluk, gunung, bukit dan sungai. Pemkot Palu telah telah membangun infrastruktur pendukung seperti jalan menuju ke bukit Salena Nomoni yg akan dibangun arena olahraga paralayang, flying fox, sepeda
gunung dwonhill dan juga akses menuju uwentumbu yg akan diperuntukan lokasi wisata pertanian holtikultura berupa penanaman buah naga dan bawang goreng.
4. Terkait keberadaan adat di setiap kelurahan, Pemkot Palu telah membentuk Lembaga Adat Kaili dgn tujuan memberikan peran bagi lembaga kearifan lokal untuk menumbuhkan kembali nilai2 karakter asli To Kaili yg begitu memjunjung tinggi nilai toleransi, kekeluargan dan kegotongroyongan, karena pada saat sekarang ini, nilai tersebut sdh mulai pudar, terkikis oleh kemajuan modernisasi. Oleh sebab itu diharapkan lembaga adat dpt mengembalikan nilai itu sekaligius dpt menyelasaikan masalah2 sosial yg timbul di tengah kehidupan masy Kota Palu, tanpa hrs penanganan oleh kepolisian, di sinilah diterapkan aturan adat.
5. Diharapkan camat dan lurah agar memberikan peran kpd karang taruna, Risma, Pemuda Geraja, Prada dll untuk mengelolah anggaran sebesar 30 juta utk kegiatan Porseni dgn tujuan agar pemuda2 di kelurahan bisa saling mengenal satu dgn yg lainnya sehingga tercipta suasana penuh keakraban dan tdk mudah terprovokasi oleh oknum2 yg tdk bertanggungjawab. Berikan kpd pemuda utk menjadi Panpell kegiatan tsb.
6. Diharapkan anggota lembaga adat kiranya dpt mempeelajari Perda dan Perwali tentang kelembagaan adat sebagai pedoman menerapkam aturan adat pada 4 wilayah adat di Kota Palu dlm rangka penyelesaian masalah/perselisian.
7. Kembali beliau mengingatkan bahwa lembaga adat bukan mengadili tetapi mendamaikan (motangara). Mari budayakan suasana hidup selalu bersih, indah, tertib, aman dan nyaman.
Songgopoasi.
Sumber : humas kota palu
Kamis. 26 april 2018

Comments

comments