Wawali Hadiri Pengukuhan Guru Besar Untad, Momentum Penguatan Akademik






PALU – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P menghadiri pengukuhan sembilan guru besar Universitas Tadulako (Untad) yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Rabu (15/4/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas akademik di lingkungan Untad.
Adapun sembilan guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Ir. Uswah Hasanah, M. Agr., Sc., Ph.D.; Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes.; Prof. Dr. Sahrul Saehana, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Husnah, SE., M.Si.; Prof. Dr. Ir. Arifuddin Lamusa, M.P.; Prof. Dr. Ir. Enny Adelina, M.P.; Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Rostiati Daeng Rahmatu, M.P.; serta Prof. Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA.
Dengan pengukuhan ini, jumlah profesor di lingkungan Untad kini bertambah menjadi 143 orang.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, dalam sambutannya menegaskan bahwa bertambahnya jumlah guru besar bukan sekadar capaian kuantitatif, melainkan indikator berkembangnya ekosistem akademik yang semakin matang.
Menurut rektor, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus, termasuk komitmen terhadap integritas akademik.
Ia juga mengingatkan bahwa pengukuhan guru besar sejatinya merupakan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar, bukan puncak karier akademik.
“Proses panjang yang dilalui untuk meraih jabatan profesor mencerminkan dedikasi dan pengorbanan yang tidak ringan. Oleh karena itu, harus diikuti dengan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujar rektor.
Lebih lanjut, rektor menyoroti perubahan lanskap keilmuan yang kini semakin lintas disiplin.
Para guru besar, menurutnya, dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga menjadikan riset sebagai jembatan antara kebutuhan akademik, masyarakat, dan sektor industri.
Ia mengingatkan bahwa tanpa orientasi tersebut, capaian akademik berpotensi terisolasi dari realitas sosial.
Selain itu, para profesor diharapkan tetap adaptif terhadap perubahan, menjaga integritas keilmuan, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pencerahan.
“Seorang profesor adalah sosok yang terus membuka cakrawala baru dalam ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, bersama sejumlah pejabat, civitas akademika, serta undangan lainnya.
Rilis. Imron
Foto. Jufri
Protokol. Syarif. Buyung. Ridwan. Fira. Shifa. dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.
Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.