Wali Kota Palu Sambut Program BEN untuk Penguatan Hak Penyandang Disabilitas
PALU – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE menerima audiensi Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik, bersama Asisten Deputi Kesejahteraan Lansia dan Penyandang Disabilitas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Ricky Radius Siregar, Yayasan NLR Indonesia, serta mitra Program Building Effective Network (BEN), di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos.,MM Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, dr. Royke Abraham, serta Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialog dan silaturahmi, sekaligus menjadi kesempatan bagi para pihak untuk memperkenalkan Program BEN yang akan dikembangkan di Kota Palu.
Program Building Effective Network merupakan inisiatif yang menitikberatkan pada penguatan jejaring, kapasitas, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Fokus perhatian program ini mencakup anak dan remaja penyandang disabilitas agar dapat memperoleh dukungan serta kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, BEN Project Officer NLR Indonesia, Nona, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kota Palu terhadap isu disabilitas.
Ia menilai arah pembangunan yang dibawa Wali Kota Hadianto Rasyid memiliki keselarasan dengan tujuan Program BEN, khususnya dalam membangun lingkungan yang memberikan ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas.
“Pertemuan hari ini luar biasa. Pak Wali memiliki visi dan misi yang sangat fokus untuk orang dengan disabilitas. Kami dari NLR Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Lu Vine dan Karsa Institute memiliki program yang sejalan untuk mendukung anak dan remaja dengan disabilitas,” ujar Nona.
Kesamaan arah tersebut, kata dia, menjadi peluang untuk membangun kerja sama yang lebih konkret antara Pemerintah Kota Palu dan berbagai organisasi yang bergerak di bidang pemenuhan hak penyandang disabilitas.
“Program Pak Wali sangat sejalan dengan yang kami miliki. Ibarat gayung bersambut, kami ingin bersama-sama mendorong Palu menjadi kota yang lebih inklusif bagi anak muda, anak, dan remaja dengan disabilitas melalui berbagai program yang ada,” lanjutnya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dari pihak Program BEN adalah keberadaan program Sekolah Khusus Keluarga yang dikembangkan Pemerintah Kota Palu.
Menurut Nona, pendekatan yang melibatkan keluarga dalam proses pendampingan anak penyandang disabilitas merupakan langkah yang inovatif dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
“Program Sekolah Khusus Keluarga sangat menginspirasi. Kami berharap konsep ini dapat menjadi contoh yang bisa kami bawa dan diperkenalkan di wilayah lain tempat Program BEN berjalan, seperti di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Komisi Nasional Disabilitas, Kemenko PMK, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan.
Pemerintah Kota Palu menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat dilanjutkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi penyandang disabilitas.
Melalui kerja sama lintas sektor, Pemkot Palu terus mendorong terciptanya pelayanan dan pembangunan yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk anak dan remaja penyandang disabilitas, sehingga Palu dapat tumbuh sebagai kota yang semakin inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi semua.
Rilis. Imron
Foto. Jufri
Protokol. Ikbal. Nana. Ririn. Ajeng. dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.
Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.




