Penerbangan Internasional Palu–Guangzhou Resmi Dibuka, Perkuat Konektivitas Global Sulawesi Tengah
PALU – Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si., menghadiri peresmian penerbangan perdana rute internasional dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu menuju Guangzhou Baiyun International Airport (CAN), Tiongkok, Kamis (06/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Sulawesi Tengah, menyusul resmi dibukanya konektivitas penerbangan langsung dari Palu menuju salah satu kota metropolitan utama di Tiongkok.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa hadirnya penerbangan internasional dari Sulawesi Tengah merupakan hasil dari penantian panjang sekaligus buah dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Menurut gubernur, penerbangan internasional tersebut merupakan salah satu capaian besar yang memberikan manfaat dan peluang baru, tidak hanya bagi masyarakat Sulawesi Tengah, tetapi juga bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia.
“Kita menyaksikan sebuah usaha besar, akhirnya terwujud. Penerbangan internasional akhirnya hadir di Sulawesi Tengah berkat kerja sama yang baik antara pemerintah daerah se-Sulawesi Tengah hingga pemerintah pusat,” ujar gubernur.
Gubernur menilai dibukanya rute Palu–Guangzhou menjadi peluang besar untuk memperkuat hubungan kerja sama Sulawesi Tengah dengan Tiongkok, khususnya di bidang pariwisata, investasi, perdagangan, dan sektor ekonomi lainnya.
Gubernur mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan dua provinsi di Tiongkok, yakni Hainan dan Sichuan. Kedua wilayah tersebut disebut memiliki ketertarikan terhadap potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah.
Salah satu potensi yang dinilai memiliki daya tarik kuat adalah sektor pariwisata, khususnya wisata megalit. Menurutnya, Tiongkok juga memiliki warisan budaya megalitik sehingga terdapat peluang untuk membangun koneksi pariwisata dan kebudayaan antara kedua wilayah.
“Harapannya, dengan penerbangan ini, kita sudah melakukan kerja sama dengan dua provinsi Tiongkok, yakni Hainan dan Sichuan. Mereka sangat tertarik dengan Sulawesi Tengah, salah satunya pariwisata, khususnya megalit, karena mereka juga punya. Ini peluang besar bagi kita dengan terbukanya penerbangan internasional ini,” jelas gubernur.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan hingga penerbangan internasional tersebut dapat direalisasikan.
Gubernur menyebut Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu menjadi bandara pertama yang berhasil merealisasikan penerbangan internasional dari sejumlah bandara yang telah ditetapkan sebagai bandara internasional.
“Alhamdulillah, Garuda yang memulai penerbangan internasional. Kita doakan Garuda akan terus terbang melayang melayani rute penerbangan di Sulawesi Tengah,” ungkap gubernur.
Lebih lanjut, gubernur berharap penerbangan internasional tersebut menjadi awal dari semakin terbukanya Sulawesi Tengah terhadap dunia internasional.
Gubernur menyebut momentum tersebut sebagai salah satu bukti nyata bahwa Sulawesi Tengah terus bergerak menuju kemajuan.
“Insyaallah dengan penerbangan ini tanda bahwa Sulteng akan benar-benar nambaso. Ini salah satu bukti nyata,” katanya.
Gubernur juga menyoroti Guangzhou sebagai salah satu kota besar dan strategis yang memiliki potensi dalam mendukung pengembangan hubungan ekonomi dan pariwisata Sulawesi Tengah dengan Tiongkok.
Selain itu, Gubernur Anwar Hafid berharap ke depan konektivitas udara dari Sulawesi Tengah dapat terus dikembangkan, termasuk terbukanya peluang penerbangan langsung untuk kebutuhan masyarakat menuju Tanah Suci.
“Semoga embarkasi penerbangan ke Tanah Suci bisa langsung dari Provinsi Sulawesi Tengah,” harapnya.
Bagi Pemerintah Kota Palu, hadirnya rute internasional Palu–Guangzhou diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Palu sebagai salah satu pintu gerbang Sulawesi Tengah menuju jaringan konektivitas internasional.
Pembukaan rute tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata, perdagangan, investasi, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan masyarakat Kota Palu untuk terhubung dengan pasar internasional.
Foto dan Rilis: Imron
Protokol: Buyung dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.
Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.


