Pemkot Palu dan Badan Karantina Indonesia Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Berbasis Komoditas


PALU – Pemerintah Kota Palu bersama Badan Karantina Indonesia melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi penyelenggaraan perkarantinaan serta pengembangan ekonomi daerah berkelanjutan berbasis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Kota Palu.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di sela-sela Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Minggu (27/09/2026), di halaman Kantor Wali Kota Palu.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M., bersama Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., serta Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan potensi komoditas daerah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal, khususnya dalam memenuhi persyaratan untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Palu yang memperingati HUT ke-48.
“Secara pribadi saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-48 untuk Kota Palu. Banyak hal-hal baik dan prestasi-prestasi baik yang telah ditorehkan oleh Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu bersama jajaran,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah perkembangan positif terlihat dalam berbagai aspek, terutama dalam konteks kebersihan, penataan kota, kenyamanan, hingga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai Pemerintah Kota Palu memiliki tekad yang kuat untuk mengembangkan perekonomian daerah melalui berbagai potensi yang dimiliki.
“Konteks hari ini, wali kota bersama jajaran punya tekad yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi Kota Palu. Kita sudah tandatangani kerja sama tadi supaya UMKM kita bisa naik kelas menjadi eksportir-eksportir ke depannya,” katanya.
Abdul Kadir Karding mengatakan, Badan Karantina Indonesia siap mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya yang berkaitan dengan hewan, tumbuhan, dan ikan, sehingga memiliki peluang untuk memasuki pasar ekspor.
Menurutnya, Kota Palu memiliki beragam komoditas potensial yang dapat dikembangkan, salah satunya produk sarang burung walet.
“Insyaallah kita akan support, terutama untuk ekspor hewan, tumbuhan, dan ikan. Di sini banyak komoditas, ada sarang walet dari Palu yang memiliki khasiat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas UMKM untuk memasuki pasar ekspor tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga harus memenuhi standar kesehatan, mutu, keamanan, serta ketertelusuran atau traceability.
Karena itu, pihaknya berharap dapat menghadirkan pendampingan melalui klinik ekspor untuk membantu para pelaku usaha memahami dan memenuhi berbagai persyaratan negara tujuan ekspor.
“Kita harap ada pendampingan klinik ekspor untuk mendampingi pelaku-pelaku usaha agar standar kesehatan itu memenuhi standar negara pembeli, standar mutu dan ketelusuran,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketertelusuran menjadi salah satu aspek penting dalam perdagangan komoditas. Produk yang akan diekspor harus dapat diketahui asal-usulnya, proses produksinya, serta bahan atau zat yang digunakan selama proses produksi.
“Jadi bukan hanya kualitas dan bebas sehat, tetapi yang utama adalah dari mana komoditi ini, dalam produksinya menggunakan zat apa saja. Teman-teman UMKM perlu edukasi dalam hal standar, termasuk kita membantu membuka akses pasar,” jelasnya.
Abdul Kadir Karding menilai pembukaan akses pasar akan menjadi bagian penting dalam mendorong produk UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM. Pemerintah berperan dalam menghadirkan kebijakan serta sarana dan prasarana pendukung, sementara pihak swasta dapat membantu membuka akses pasar dan permodalan.
“Jadi pemerintah membuat kebijakan dan sarana prasarana, swasta membuka akses pasar dan modalnya, lalu UMKM memproduksi produk-produknya. Ini yang saya sebut kolaborasi yang harus kita bangun,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah, terutama agar UMKM tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga berkembang menuju pasar nasional dan internasional.
Ia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang dinilainya cepat menangkap berbagai peluang pengembangan ekonomi daerah.
“Hanya dengan berkolaborasilah saya kira kita akan bagus. Kota Palu jadi contoh yang sangat luar biasa. Wali kota selain cerdas juga bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada, beliau cepat sekali,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Abdul Kadir Karding turut menyampaikan apresiasi dan doa bagi kepemimpinan Pemerintah Kota Palu.
“Saya bersyukur punya wali kota seperti beliau. Semoga karier beliau semakin meningkat dan diberi kesehatan,” pungkasnya.
Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dan Badan Karantina Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem komoditas daerah, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang produk-produk unggulan Kota Palu untuk menembus pasar yang lebih luas melalui pemenuhan standar dan persyaratan perdagangan internasional.
Foto: Jufri
Rilis: Imron
Peliput dan Protokol: All Personel – bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.
Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.