Pemerintah Kota Palu

Bunda PAUD Kota Palu Dukung Percepatan Penuntasan Anak Tidak Sekolah

PALU – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu yang juga Bunda PAUD Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P.,M.A.P menghadiri Workshop Pembelajaran Berkualitas dalam Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS), yang digelar di Gedung Pogombo, Palu, Kamis (4/6/2026).

Workshop yang mengangkat tema “Akselerasi Pembelajaran: Menyiapkan Fondasi Generasi Emas dalam Kerangka Wajar 13 Tahun dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah pada Jenjang PAUD” tersebut menjadi wadah konsolidasi para pemangku kepentingan pendidikan dalam memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Sulawesi Tengah.

Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., para Bunda PAUD kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, perwakilan Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Sry Nirwanti Bahasoan menegaskan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul di masa mendatang.

Oleh karena itu, seluruh pihak perlu mengambil peran aktif untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program wajib belajar 13 tahun tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga pendidik, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, masyarakat, dan para Bunda PAUD sebagai penggerak di tingkat daerah.

Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah dengan para Bunda PAUD kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini dan mendukung penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Sry Nirwanti juga mengungkapkan bahwa angka ATS di Sulawesi Tengah yang masih berada pada kisaran 7,8 persen menjadi tantangan serius yang perlu ditangani secara kolaboratif.

Ia menilai peran Bunda PAUD sangat strategis dalam mengidentifikasi anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan maupun yang telah putus sekolah agar dapat segera mendapatkan intervensi.

Melalui workshop tersebut, para peserta memperoleh penguatan terkait strategi pembelajaran berkualitas, pengembangan layanan PAUD, serta langkah-langkah percepatan penuntasan ATS sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia.

Kehadiran Bunda Diah Puspita dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Palu terhadap penguatan pendidikan anak usia dini sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.

Sebagai Bunda PAUD Kota Palu, Diah Puspita terus mendorong sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak.

Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak di Kota Palu yang memperoleh akses pendidikan sejak usia dini, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Rilis. Imron
Foto. Jufri
Protokol. Wiwin. Ririn. dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.

Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.

Kembali ke Atas