Pemerintah Kota Palu

Ketua TP PKK Kota Palu Dorong Penguatan Literasi Keuangan Keluarga

PALU – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, SE., M.A.P., menjadi keynote speaker dalam peringatan Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 yang mengangkat tema “Srikandi Penjaga Peradaban”, bertempat di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, organisasi perempuan, dan lembaga terkait.

Hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Rusmiadi, S.T., S.H., M.Si., Ketua Bursa Efek Indonesia, jajaran Pimpinan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, serta para peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Dalam paparannya, Ketua Diah Puspita mengangkat tema mengenai pentingnya literasi keuangan keluarga sebagai salah satu fondasi dalam menciptakan keluarga yang kuat dan sejahtera.

Menurut Ketua Diah, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pengelolaan keuangan rumah tangga sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Ketua Diah menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain menjadi pendidik pertama bagi anak-anak, perempuan juga berperan dalam memastikan keuangan keluarga dikelola secara sehat dan terencana,” ungkap Ketua Diah.

Ketua Diah menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak sebatas kemampuan mencari penghasilan, melainkan mencakup pemahaman dalam menyusun perencanaan keuangan, mengatur pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, hingga memilih instrumen investasi yang aman dan sesuai kebutuhan.

Menurut Ketua Diah, keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi yang tidak menentu maupun kebutuhan masa depan yang terus berkembang.

Selain itu, Ketua Diah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan digital yang kini semakin marak.

Ketua Diah menilai kemampuan literasi digital harus berjalan seiring dengan literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah menjadi korban berbagai modus kejahatan berbasis teknologi.

“Di era digital saat ini, masyarakat tidak hanya dituntut cerdas mengelola keuangan, tetapi juga harus mampu memilah informasi dan mengenali berbagai risiko penipuan yang dapat merugikan keluarga,” kata Ketua Diah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Diah turut menekankan bahwa kualitas sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga.

Oleh karena itu, perempuan sebagai pilar utama keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral, pendidikan, dan karakter kepada anak-anak sejak dini.

Ketua Diah meyakini bahwa perempuan yang berdaya, berpengetahuan, dan memiliki kemampuan mengelola keluarga dengan baik akan melahirkan generasi yang berkualitas serta mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.

Melalui peringatan Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95, Diah berharap semangat “Srikandi Penjaga Peradaban” dapat terus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui peningkatan kapasitas perempuan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan penguatan keluarga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat dan peradaban yang lebih baik di masa depan.

Rilis. Imron
Foto. Jufri
Protokol. Wiwin. dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.

Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.

Kembali ke Atas