Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkot Palu Dorong Penguatan Akhlak dan Persatuan



PALU – Wali Kota Palu diwakili Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kota Palu, Moh. Fahri, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan Peringatan 1–10 Muharram 1448 Hijriah sekaligus Haul atau Tahun Wafat ke-VII Guru Utama Perguruan Nur Yaqin, Senin (15/06/2026), di lingkungan Yayasan Perguruan Nur Yaqin.
Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Moh. Fahri membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu yang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Perguruan Nur Yaqin yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah, memperdalam nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kecintaan kepada para ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat,” kata staf ahli.
Staf ahli juga mengingatkan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, serta mempererat kepedulian sosial.
Menurut staf ahli, pergantian tahun Hijriah hendaknya dijadikan kesempatan untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
“Makna hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perubahan menuju kebaikan, kemajuan, dan keberkahan. Nilai-nilai hijrah inilah yang perlu kita aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” lanjut staf ahli.
Selain memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mengenang tujuh tahun wafatnya Guru Utama Perguruan Nur Yaqin yang dikenal memiliki dedikasi besar dalam membina akhlak umat, mengembangkan pendidikan agama, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
Staf ahli menilai, sosok almarhum telah meninggalkan warisan yang sangat berharga berupa ilmu pengetahuan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis oleh beliau.
Pemerintah Kota Palu, lanjut staf ahli, senantiasa mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berorientasi pada pembinaan umat, penguatan karakter, dan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
“Pemerintah meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas spiritual dan moral masyarakatnya,” ungkap staf ahli.
Melalui momentum Muharram dan haul tersebut, staf ahli mengajak seluruh masyarakat Kota Palu untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, meningkatkan semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Kota Palu yang semakin maju, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk almarhum Guru Utama Perguruan Nur Yaqin, dengan harapan semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kekurangannya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya.
Peringatan Tahun Baru Islam dan Haul ke-VII Guru Utama Perguruan Nur Yaqin tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar perguruan, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta masyarakat sekitar yang turut mendoakan dan mengenang jasa-jasa almarhum.
Rilis: Imron
Foto: Iwan
Peliput dan Protokol: Iwan, Fahri, Nana, dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.
Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.