Wali Kota Palu Bersama Ketua TP-PKK Kota Palu Yang Juga Selaku Bunda PAUD Kota Palu Menghadiri Pelepasan Purnabakti dan Mutasi (pindah tugas) KUPTD Pengawas dan Kepala TK

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE bersama Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita, S.AP yang juga selaku Bunda PAUD Kota Palu menghadiri Pelepasan Purnabakti dan Mutasi (pindah tugas) KUPTD. Pengawas dan Kepala TK Wilayah III Kec. Palu Selatan – Tatanga pada Kamis, 25 Agustus 2022 di Aula Yonif 711/Raksatama Kota Palu.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd.,M.Pd tersebut mengangkat tema “Kita Tingkatkan dan Mempererat Hubungan Silaturahmi.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadi mengatakan dirinya menghadirkan Bunda PAUD di kegiatan ini karena menangkap semangat yang besar dari Bunda PAUD Kota Palu yang ditunjukkan dengan perhatian kepada PAUD yang ada di Kota Palu.

“Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan serta sosialisasi-sosialisasi terkait dengan penguatan yang dilakukan oleh PAUD Kota Palu. Apalagi saat berbicara dengan Setwapres tentang PAUD. Wah ini Bunda PAUD ngeri-ngeri sedap,” katanya.

Ia mengatakan dirinya berusaha memberikan tugas-tugas yang seharusnya dilakukan oleh masing-masing pihak dengan sebaik-baiknya termasuk kehadiran Bunda PAUD Kota Palu.

Menurutnya, Wali Kota tidak boleh memonopoli semua hal karena Pemerintah Kota Palu merupakan suatu manajemen besar yang masing-masing sudah memiliki tugas dan tanggungjawabnya.

“Oleh karena itu, tugas dan tanggungjawab kita serta amanah yang diberikan haruslah benar-benar bisa kita tunaikan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Kemudian, Wali Kota mengatakan masa purnabakti merupakan masa yang pastinya berat karena semua menginginkan untuk selalu bisa berada pada masa paripurna dalam artian masih menduduki jabatan tersebut.

“Ibarat lagu, kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Kira-kira begitu. Karena pastinya cinta kita terhadap pekerjaan kita, apalagi yang kita urus ini anak-anak kita yang luar biasa menghibur baik canda tawa mereka, semua itu merupakan kebahagiaan bagi kita,” lanjutnya.
Ia menyatakan di setiap kegiatan seperti ini, Wali Kota selalu menitipkan pesan kepada mereka yang purnabakti agar jangan sudah memasuki masa purna, namun sudah putus hubungan.

Akan tetapi, katanya pihak sekolah disilahkan untuk tetap melibatkan mereka yang telah purna, sehingga hubungan antar pihak sekolah dengan mereka yang telah purna tetap terjalin baik.

“Kalau ilmu-ilmu yang dimiliki oleh mereka masih begitu penting dan besar, kita bisa tarik manfaatnya agar bisa menambah wawasan, pengetahuan, dan pemahaman kita dalam menyelami anak-anak,” ungkapnya.

Ia menyatakan mengurus anak-anak bukan pekerjaan mudah, olehnya peran para guru, kepala sekolah, maupun pengawas PAUD sangat-sangat fundamental karena awal peletakan benih pendidikan kepada anak di PAUD dan TK.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palu berusaha agar PAUD di Kota Palu dapat berkembang dengan baik, apalagi saat ini peluang P3K untuk para guru TK terbuka luas.

“Alhamdulillah kita sudah bertambah sekitar delapan TK Pembina, sehingga dengan ketambahan TK Pembina ini maka terpenuhi 10 minimal TK Pembina yang dimiliki oleh Kota Palu. Sehingga InsyaAllah tahun depan P3K terbuka untuk guru TK. Bersyukurnya lagi Wali Kota diberikan sedikit kuasa untuk menentukan. Sehingga guru-guru TK kita yang belum terangkat pegawai negeri, InsyaAllah kita akan masukkan dalam P3K,” katanya.

Tidak lupa, Wali Kota juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian yang diberikan oleh seluruh para guru yang telah memasuki masa purnabaktinya.

“Pintu cinta kasih kami, InsyaAllah akan selalu terbuka untuk bapak ibu sekalian. Selama saya jadi Wali Kota, saya berusaha untuk memberikan perhatian yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Sumber : Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu

Scroll to top